Jelajahi Keindahan Sungai Kahayan
Sungai Kahayan membelah Palangkaraya menjadi dua. Saat musim hujan, air sungai itu sering tumpah ke daratan dan membanjiri ibu kota Kalimantan Tengah (Kalteng) tersebut dan wilayah sekitarnya.
Namun, saat tenang, Sungai Kahayan menghadirkan pesona tersendiri. Banyak orang yang tertarik untuk menyusuri sungai sepanjang 250 kilometer (km) itu. Dengan wisata susur sungai, wisatawan dibawa dengan kapal. Keindahan alam sepanjang sungai khas Pulau Kalimantan bisa terekam mata.
Wisatawan juga akan diajak dalam petualangan seru yang tidak terlupakan. Mereka bakal menjelajahi hutan, sungai, dan danau di Kalteng yang tersaji dalam beberapa paket perjalanan wisata. Yang pasti, bila ke Kota Palangka Raya, perjalanan tidak akan lengkap tanpa adanya sensasi petualangan susur sungai.
Karena penasaran, sejumlah media lokal, baik elektronik maupun cetak, sering menceritakan wisata susur sungai tersebut. Salah satu stasiun televisi swasta nasional juga memasukkan wisata susur sungai itu dalam salah satu program tayang mereka.
’’KM Lasang Teras Garu merupakan perjuangan dari Gamaliel Tumon atau yang akrab disapa Gamal untuk menjadikan susur sungai menjadi ikon wisata, khususnya di Kalteng,’’ ujar Lili Nara, pengelola wisata susur sungai, kepada Kalteng Pos (Jawa Pos Group).
Menurut dia, ada sepuluh paket wisata yang ditawarkan. Yaitu, Kahayan Riverside, Mystical Borneo, Orang Utan, Palangkaraya Adventure, Going Fishing, Dayak Wilderness Adventure, The Living River, Toyoi Long Hause, Explore Borneo, dan Palangkaraya City Tour.
Namun, di antara beberapa lokasi wisata susur sungai tersebut, yang paling diandalkan adalah susur Sungai Rungan-Kahayan Kota Palangka Raya. Hampir setiap hari, ada saja rombongan pengunjung yang datang untuk menikmati wisata susur sungai itu.
Mereka dibawa menyusuri Sungai Rungan dan Kahayan serta melihat secara langsung kehidupan orang utan di Hampapak dan Bapalas. Khusus pada Rabu, selain diajak menikmati keindahan dan kehidupan masyarakat di tepi Sungai Kahayan, wisatawan disuguhi tari-tarian dayak Kalteng.
Adalah Maria Mahdalena dan Imelda Madjat dari Sanggar Tari Betang Batarung yang menyuguhkan Tari Manasai dengan lemah gemulai. ’’Indahnya kehidupan masyarakat pinggir sungai dengan ditambah tarian daerah yang diperagakan dengan apik membuat perjalanan ini semakin sulit terlupakan,’’ ungkap Albert, salah seorang wisatawan lokal. (bud/JPNN/c18/diq)
Sumber : http://www.jawapos.com/baca/artikel/168/Jelajahi-Keindahan-Sungai-Kahayan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar